Perlu Dukungan Pemerintah Terhadap Media Dalam Memerangi Berita Hoaks

TANJUNG SELOR, BT – Bertempat di Tanjung Selor, Devie Rahmawati, Peneliti dan Pengajar Vokasi UI menyampaikan bahwa journalis akan selalu menjadi oase dari 3K : Kebingungan, Ketakutan dan Keraguan di publik atas berbagai informasi yang menerpa tentang berbagai hal termasuk berita-berita yang tidak benar dan tidak dipercaya seputar ekonomi, politik hingga pandemi.

Di tengah arus kecepatan, memang ketepatan dalam menyampaikan informasi seakan-akan tertinggal dari lokomotif informasi yang deras menghampiri publik. Hal ini yang terkadang menyebabkan informasi yang jurnalis hasilkan dalam waktu yang Panjang, menjadi tergulung oleh informasi yang tidak terverifikasi, yang hadir dengan cepat.

“Para jurnalis harus dibantu oleh pemerintah melalui berbagai pelatihan tentang mengidentifikasi berita bohong serta kemampuan untuk dapat juga membanjiri media sosial dengan berita yang telah mereka verifikasi. Karena penelitian menunjukkan bahwa media mainstream kurang banyak membanjiri media sosial untuk mensosialisasikan berita baik dan benar yang mereka peroleh,” terang Devie Rahmawati, Direktur Kemahasiswaan UI.

Sementara Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Letnan Kolonel (Laut) Setyo Pranowo, menegaskan komitmen BNPT untuk terus menggelar literasi bagi masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah penyebarluasan ideologi radikal terorisme.

“Hal itu ditujukan agar masyarakat melek tentang manfaat media dibuat dan dapat diakses, sehingga mampu membedakan mana informasi benar dan bohong, mana informasi yang mendamaikan dan memicu perpecahan,” jelas Setyo. (as/metrokaltara.com)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
close